SMPN 25 Padang Jadikan LSS Momentum Membangun Budaya Sekolah Sehat, Bukan Sekadar Mengejar Juara
PADANG, SPENDULIM NEWS — Lomba Sekolah Sehat (LSS) UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026 menjadi momentum bagi SMP Negeri 25 Padang untuk terus memperkuat budaya hidup sehat, bersih, aman, dan peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Bagi SMP Negeri 25 Padang, LSS tidak semata-mata tentang persaingan untuk meraih predikat terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.
Jalannya Kegiatan
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Ekspose Program Lomba Sekolah Sehat (LSS) UKS/M Strata Standar jenjang SMP yang digelar di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan tim juri LSS UKS/M Kota Padang dengan perwakilan sekolah peserta. Masing-masing sekolah mendapat kesempatan memaparkan program, inovasi, kesiapan administrasi, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam membangun budaya hidup sehat di sekolah.
Pada jenjang SMP, terdapat lima sekolah yang tampil dalam ekspose tersebut, yakni SMPN 8 Padang, SMPN 25 Padang, SMPN 11 Padang, SMP Semen Padang, dan SMP Pembangunan Laboratorium UNP.
Dalam kesempatan tersebut, SMPN 25 Padang memaparkan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari pelayanan dan pendidikan kesehatan, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan lahan sekolah, pengelolaan sampah, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.
Kepala SMPN 25 Padang, Herry Susanto, mengatakan persiapan LSS dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan berbagai unsur yang ada di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui pembentukan Tim Sekolah Sehat dan penguatan jejaring kerja sama lintas sektor.
Sekolah juga membangun kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU dengan sejumlah pihak, di antaranya Puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bank Sampah, serta Dinas Sosial.
“Sebagian besar program tentu sudah kita implementasikan, baik pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, penerapan lingkungan sehat, kemudian kita melakukan MoU juga dengan berbagai pihak yang nantinya tentunya MoU ini akan mendukung proses implementasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan sekolah sehat,” ujar Herry.
Selain program kesehatan dan lingkungan, SMPN 25 Padang turut membawa sejumlah inovasi yang diarahkan pada penguatan karakter dan keterampilan peserta didik.
Salah satu program tersebut adalah “Kamus Biru”, akronim dari Kajian Muslimah Berkarakter, Inovatif, dan Up to Date. Program yang dilaksanakan setiap Jumat tersebut secara khusus memberikan ruang bagi siswi untuk mendapatkan edukasi, pembinaan karakter, sekaligus mengembangkan keterampilan.
Dalam pelaksanaannya, Kamus Biru menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi bersama tenaga medis serta berbagai kegiatan pengembangan keterampilan, seperti menyulam dan ecoprint.
Sementara itu, dalam bidang lingkungan, SMPN 25 Padang terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki sekolah. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dikembangkan menjadi area tanaman pangan dan kolam budidaya.
Pengelolaan sampah juga menjadi perhatian melalui pemanfaatan komposter serta upaya mengolah dan mendaur ulang sampah yang dihasilkan dari aktivitas sekolah.
Pesan dan Harapan
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa budaya sekolah sehat dibangun melalui kebiasaan dan keterlibatan bersama, bukan hanya ketika sekolah menghadapi penilaian LSS.
Bagi SMPN 25 Padang, prestasi memang menjadi salah satu tujuan, tetapi perubahan perilaku dan terbentuknya budaya hidup sehat di kalangan warga sekolah merupakan capaian yang jauh lebih penting.
Melalui LSS, sekolah berharap berbagai kebiasaan baik yang telah dibangun dapat terus berjalan dan menjadi bagian dari karakter warga SMPN 25 Padang, bahkan setelah rangkaian penilaian berakhir.
SPENDULIM NEWS — Berita ini merupakan informasi kegiatan SMP Negeri 25 Padang.


Komentar
Posting Komentar